14 Nov 2010

Sinopsis Playfull Kiss Episode Spesial 5 (via youtube)

Episode 5 - Membela pasien Baek Seung Jo
 
Suara Ha Ni : Baek Seung Jo sebagai dokter di rumah sakit dan aku menjadi perawat. Itulah bagaiamana aku memulai kehidupanku di rumah sakit yang aku impikan. Bagaimanapun juga walaupun kami ada di rumah sakit yang sama namun sangat sulit untuk bersama Seung Jo karena Seung Jo sangat sibuk.
Ha Ni datang ke rumah sakit dan melihat Seung Jo yang sedang berjalan bersama dengan beberapa dokter dan juga pasien. Ha Ni senang dan langsung menyapa Seung Jo, “Seung Jo yah!” Seung Jo menatap Ha Ni sebentar lalu berjalan pergi bersama dengan para dokter lainnya dan ia tidak mempedulikan Ha Ni sama sekali.
Ha Ni kecewa melihat itu dan dia menatap barang yang di bawanya lalu berkata pelan dalam hati. “Seung Jo sudah lima hari tidak pulang ke rumah….”
Seorang perawat datang ke meja khusus para perawat dan dia berkata, “Dokter Baek Seung Jo sudah diamati selama 10 jam ditambah dengan adanya operasi kemarin dan dia berhasil melewatinya dengan sangat baik.” Perawat lainnya berkomentar, “Ya terlihat seperti itu sepanjang hari. Sepertinya dia ini benar-benar khusus untuk melakukan operasi. Bahkan beberapa dokter senior mencoba untuk menjadikan dia sebagai
muridnya.” Ha Ni ikut mendengar pembicaraan itu dan tersenyum senang karena suaminya sedang di bicarakan hal yang baik.

Seorang perawat menatap Ha Ni dengan tatapan tidan suka dan dia mulai berkomentar, “Aku tidak tahu bagaimana mereka akan mengambil banyak waktu itu untuk melihat seseorang yang kehilangan suaminya di rumah sakit.” Perawat lainnya berkomentar, “Lingkaran hitam matanya membuat dia terlihat seperti Panda, tapi bagaimana bisa dia tetap terlihat begitu tampan? Tapi tetap wajahnya terlihat tak bertenaga. Huh seseorang seharusnya merawat suaminya.” Ha Ni jelas kesal merasa disindir oleh para perawat lainnya.
Seorang perawat bertanya pada Ha Ni, “Hey perawat Oh, sebagai istri dari Dokter Baek Seung Jo apakah kau tidak pernah merawat kesehatannya?” Ha Ni mengeluarkan tas khusus makanan untuk Seung Jo dan berkata, “Ini adalah ginseng dan kacang ginkgo. Ini nutrisi dan dipenuhi oleh ber-ton ton cinta. Makan siang khusus yang di buat olehku untuk Dokter Baek Seung Jo ku. Baiklah aku permisi sebentar.” Para perawat yang lainnya hanya terdiam mendengar penjelasan Ha Ni.
Ha Ni membawa makan siang khusus Seung Jo itu dan mulai mencari Seung Jo ke ruang khusus. Ha Ni melihat ada dokter lainnya dan dia berkata, “Permisi dokter, apakah kalian melihat Dokter Baek?” Ternyata dokter itu tidka melihat Seung Jo. Ha Ni berjalan di lorong rumah sakit dan bertemu dengan seorang Dokter lalu dia kembali bertanya, “Apa kau melihat dokter Baek?” Lagi-lagi dokter itu mengatakan bahwa dia tidak melihat Seung Jo.

Ha Ni pergi ke taman dan berkata, “Jika dia tidak di rumah sakit lalu dimana keberadaannya di dunia ini?” Ha Ni melihat Seung Jo dan dia dengan terburu-buru menuruni tangga untuk menemui Seung Jo. Karena teruru-buru, Ha Ni kehilangan keseimbangannya dan akan terjatuh. Seung Jo panik melihat itu dan langsung menangkap Ha Ni sehingga mereka berdua terjatuh dan yang terluka adalah Seung Jo.
Ha Ni panik melihat Seung Jo yang tidak membuka matanya. Ha Ni berteriak-teriak histeris, “Hey Baek Seung Jo buka matamu! Buka matamu Baek Seung Jo”
Akhirnya Seung jo di bawa ke rumah sakit. Ha Ni sangat khawatir dan terus memegang tangan Seung Jo dan berkata, “Jangan mati! Kamu tidak boleh mati! Apa kau tau sebarapa besar aku mencintaimu? Kamu tidak boleh mati!”
Seung Jo di masukan kedalam kamar perawatan. Seung Jo maish belum sadar dan Ha Ni pun berdia pada Tuhan, “Tuhan… Kumohon aku benar-benar meminta padamu. Kumohon selamatkan Seung Jo ku.”
Seorang dokter yang akan memeriksa keadaan Seung Jo datang dan Ha Ni dengan oanik langsung bertanya, “Dokter… Ini bukan hal yang berbahaya kan? Dia tetap belum bangun, apa yang harus kita lakukan? Apa yang terjadi? Kumohon jujurlah.” Asisten dokter berkata dengan ketus, “Tidak pernah ada yang meninggal hanya karena keseleo pergelangan kaki.” Ha Ni kaget mendengarnya dan bertanya, “Tapi mengapa dia belum bangun juga?” Dokter menjawab, “Dia terjatuh dan mengenai benda yang keras. Dan lagi dia hanya tertidur nyenyak karena dia selama ini kurang tidur dan nutrisi.”

Ha Ni sangat berterima kasih pada dokter yang sudah memerika Seung Jo. Dokter itu lalu berpesan, “Dokter Baek akan istirahat beberapa hari. Mengapa kau tidak mencoba memberikan dia perhatian yang lebih ekstra?” Ha Ni langsung menjawab, “Tentu saja. Aku Perawat Oh Ha Ni akan membuatnya segera pulih.”
Seung Jo terbangun dari tidurnya karena suara Oh Ha Ni yang berisik makanya dia berkata, “Sangat berisik. Bisakah kau biarkan aku tertidur tenang?” Ha Ni senang melihat Seung Jo sudah bangun dan dia langsung berteriak kencang, “SEUNG JOOOO!!”
Perawat mulai bergossip dan berkata, “Aku dengar Dokter Baek di rawat karena ada retak tulang. Dia tidak akan beraktifitas untuk 2 minggu.” Tentu saja perawat yang lain langsung senang karena itu kesempatan mereka untuk merawat Seung Jo dan lebih dekat dengan Seung Jo. Ha Ni datang dan berkata, “Tidak perlu khawatir. Aku yang akan merawat Pasien Baek Seung Jo.” Tentu perawat yang lain tidak senang dan berkata, “Perawat Oh Ha Ni, harusnya kau memisahkan urusan kerjamu dan urusan pribadimu.” Ha Ni berkata, “Aku sudah meminta izin dari Perawat Soo. Jadi jangan ada yang mendekati kamar Pasien Baek Seung Jo.”
Ha Ni masuk ke kamar Seung Jo dan bilang bahwa dia akan mengecheck suhu Seung Jo. Seung Jo diam saja saat Ha Ni memasukan alat pengukur suhu tubuh ke mulutnya.
Beberapa jam kemudian Ha Ni kembali masuk kedalam kamar Seung Jo dan berkata, “Hari ini akan ada 2 suntikan.” Seung Jo bertanya, “Bagaimana dengan kondisiku? Apa kau melaporkannya dengan benar?” Ha Ni menjawab, “Berbaliklah. Ini hanya retak yang sederhana, lalu apa yang harus aku laporkan?” Seung Jo bertanya, “Hey apakah suntikanmu itu tetap sakit?” Ha Ni mengeluarkan suntikannya dan langsung menyuntikannya ke Seung Jo yang berteriak kesakitan.
Ha Ni kembali ke kamar Seung Jo dan Seung Jo bertanya, “Baru saja kau keluar dan kini kau sudah datang kembali?” Ha Ni dengan ceria berkata, “Kita perlu mengganti perbanmu.”
Ha Ni kembali ke kamar Seung Jo dan lagi-lagi Seung Jo keheranan, “Apakah kau tidak bergilir mengunjungi pasien yang lain? Apakah kau tidak pulang ke rumah?” Ha Ni menunjukan bekal yang di pegangnya dan berkata, “Ayo makan bersama. Aku akan merawatmu 24 jam hingga kau sembuh. Tenang lah, aku akan menjadi tangan dan kakimu.”

Ha Ni menawari untuk menyuapi Seung Jo dan Seung Jo langsung berkata, “Hey aku dapat makan sendiri. Kenapa kau seperti ini? Yang sakit itu kakiku.” Ha Ni berkata, “Pasien harus mendengarkan apa yang di katakan oleh perawat. Makanlah.” Seung Jo pun mulai makan dan di suapi oleh Ha Ni. Ha Ni benar-benar ceria dan berkata, “Bagus. Kau makan dengan sangat baik. Kau ingin makan dengan apa lagi?” Seung Jo berkata pelan, “Telur itu.”
Ha Ni keluar dari ruangan kamar Seung Jo dan dia bertemu dengan seorang dokter yang membawa grafik pasiennya Seung Jo dan Seung Jo harus memeriksanya. Ha Ni langsung berkata, “Tidak! Dokter Baek sedang dalam masa perawatan jadi dia harus stabil keadaannya.” Dokter itu berkata, “Dokter Baek hanya retak tulang kaki dan dia tentu saja bisa memeriksa semua ini.” Mereka berdua berdebat lama dan akhirnya Ha Ni berkata, “Berikan grafik itu padaku dan aku akan memberikannya pada dokter Baek.”
Sepanjang malam Ha Ni masih ada di rumah sakit dan dia sengaja memeriksa grafik milik pasiennya Seung Jo. Ha Ni mengomel saat melihat grafik itu, “Mengapa tulisan dokter itu seperti ayam? Sangat sulit di baca. Ah haruskah aku menayakan hal ini pada perawat Soo?”
Dokter yang membawa grafik itu tiba-tiba datang ke kamar Seung Jo dan membawa grafik pasien Seung Jo yang telah di periksa Ha Ni lalu dia berkata, “Apakah kau memberontak karena aku memintamu yang kini seorang pasien untuk melakukan pemeriksaan ini?” Seung Jo kebingungan dan bertanya, “Senior, apa maksudmu?” Dokter itu memperlihatkan grafik itu pada Seung Jo dan berkata, “Lihatlah ini. Ini benar-benar kacau. Satu-satunya yang benar itu hanya tanda tanganmu!” Seung Jo bertanya, “Kapan kau memberikan ini?” Dokter itu menjawab, “Aku menitipkannya pada Perawat Oh Ha Ni… Oh Tughn apakah ini Perawat Oh yang melakukannya?” Seung Jo terlihat tertawa mengetahui hal ini.
Dokter itu lalu berkata, “Saat kau pingsan, dia terus berkata bahwa dia tidak dapat hidup tanpamu. Dia benar-benar gila karena mengatakan akan ikut mati jika kau mati. Baiklah aku mengerti bahwa kau sekarang ini adalah pasien.” Seung Jo tersenyum dan berkata, “Bagi Oh Ha Ni semua ini benar.” Dokter itu lalu berkata, “Dokter Baek kau sepertinya membutuhkan pekerjaan yang berbeda dan kehidupan pribadimu.” Seung Jo langsung memotong kata-kata dokter itu dan berkata, “Senior biarkan grafik ini aku akan memeriksanya kembali.”
Ha Ni masuk ke ruangan Seung Jo dan kaget saat melihat Seung Jo sedang memeriksa grafik pasien. Ha Ni langsung melarang Seung Jo bekerja dan Seung Jo bertanya, “Ini semua kau yang lakukan bukan? Apa yang kau pikirkan hah? Untuk catatan pasien ini hanya aku yang dapat melakukannya! Sebagai perawat, Bagaimana mungkin kau bisa tidak bijaksana seperti ini?” Ha Ni menjawab, “Aku bertanya pada Perawat Soo dan aku berusaha memberikan yang terbaik. Sekarang semua orang mengandalkanmu dan kau bisa sakit kembali. Aku hanya ingin kau beristirahat sebentar. Aku hanya ingin kau merasa nyaman. Maafkan aku. Aku hanya mencobanya…. tapi ternyata aku membebanimu kembali.”

Ha Ni mulai menangis dan Seung Jo bertanya, “Kenapa kau menangis?” Ha Ni menjawab, “Tidak peduli seberapa keras aku berusaha tapi aku tetap tidak memenuhi syarat untuk menjadi istrimu.” Seung Jo menggenggam tangan Ha Ni dan berkata, “Baiklah aku minta maaf. Kalau begitu aku juga sama, aku tidak dapat melindungimu saat kau terjatuh itulah sebabnya aku berbaring disini. Aku juga tidak memenuhi syarat untuk menjadi suamimu, benar bukan? Terima kasih Oh Ha Ni.”
Seung Jo berkata dalam hati, “Aku belajar hal baru setelah di rawat seperti ini, pelajaran yang aku dapat itu adalah perasaan sebagai pasien. Dan istriku tercinta ini menjadi perawat yang sesungguhnya.”
Ha Ni berkata dalam hati, “Tidak peduli apa yang aku lihat, aku pikir Seung Jo menjadi sehat karena kekuatan cintaku.”

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...