2 Mei 2010

s.u.m.p.i.t


Cara memegang sumpit
Sumpit bisa dipegang dengan tangan kiri atau tangan kanan tergantung pada kebiasaan orang.
1.Batang sumpit pertama dipegang seperti memegang pensil yang dijepit di antara ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.
2.Batang sumpit kedua diletakkan di antara jari tengah dan jari manis.
3.Pastikan kedua batang sumpit dalam keadaan sejajar.
4.Posisi kedua batang sumpit bisa dianggap benar jika bisa batang sumpit pertama bisa melakukan gerakan ke atas dan ke bawah secara berulang-ulang, sementara batang sumpit kedua dalam keadaan diam.

Etiket
Secara garis besar etiket penggunaan sumpit berlaku di semua negara walaupun ada perbedaan di sana-sini

iseng...

pengen punya sendok + sumpit korea, *halah..halah..keinginan yg menurut q sendiri agak aneh, he..he..*. Truz...di lanjutkan dgn makan mi ramen...slurpppp....yumiiiiiiiii...

kapan yach???

cinta...cinta...cinta...ma samsung sch w750 :)''. kapan yach...u bisa q genggam???

Multi Tier

Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Arsitektur Three Tier sendiri merupakan inovasi dari arsitektur Client Server (Two Tier), arsitektur ini hanya memiliki dua tingkatan, yaitu satu sebagai Client dan satu lagi sebagai Server. Arsitektur ini memungkinkan aplikasi pada komputer Client berinteraksi dengan Server melalui jaringan.

Pada arsitektur Client Server (Two Tier), sebelumnya dikenal arsitektur Stand Alone. Dengan menggunakan Arsitektur Stand Alone, maka proses yang dilakukan terjadi pada komputer itu sendiri. Pada arsitektur Stand Alone, biasanya juga terdapat aplikasi dan database pada komputer yang sama.

Pada arsitektur Three Tier terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.

Yang membedakan arsitektur Multi Tier dengan arsitektur Three Tier adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Business Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI (User Interface). Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.

Sistem Terdistribusi
Sistem terdistribusi merupakan sebuah sistem yang melibatkan lebih dari satu komputer dalam suatu infrastruktur jaringan baik local, internet bahkan wireless. Sebuah sistem terdistribusi, tidak hanya melakukan

KARAKTERISTIK SISTEM TERDISTRIBUSI

KARAKTERISTIK SISTEM TERDISTRIBUSI
Sistem distribusi memiliki 3 karakteristik, yaitu:
1. No global clock
Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mensinkronkan waktu seluruh komputer atau perangkat yang terlibat. Hal tersebut berpengaruh pada pengiriman pesan, seperti saat beberapa proses berebut ingin masuk critical section.
• Dalam pemakaian bersama atas sumber daya diperlukan beberapa hal yaitu :
 Dibutuhkan hardware dan software yang mendukung.
 Memerlukan resource manager.
 Perlunya suatu hubungan antara resource dengan pihak yang menggunakannya.
 Terdapat client-server, remote evaluation, code on demand, dan mobile agent.
• Terdapat batasan pada ketepatan proses sinkronisasi clock pada sistem
terdistribusi, oleh karena asynchronous message passing.
• Pada sistem terdistribusi, tidak ada satu proses tunggal yang mengetahui global
state sistem saat ini (disebabkan oleh concurrency dan message passing).

2. Independent failure
Setiap komponen atau perangkat dapat mengalami kegagalan namun komponen/perangkat lain tetap berjalan dengan baik.
• Keterbukaan merupakan salah satu karakteristik yang dimiliki oleh sistem
distribusi antara lain:
 Syarat logis bagi sistem yang tumbuh dari komponen-komponen yang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...